Jalan Raya no. 25 Paowan Panarukan Situbondo 68351
let's talk
STAICI Gelar Bincang Literasi: Mahasiswa Didorong Kuasai Penulisan Karya Ilmiah

Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani (STAICI) Situbondo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik mahasiswa dengan menyelenggarakan kegiatan Bincang Literasi bertema penulisan karya ilmiah. Acara ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.40 WIB, bertempat di kampus STAICI. Kegiatan ini diikuti oleh 63 mahasiswa secara langsung (offline) dan tidak kurang dari 20 mahasiswa secara daring (online), sehingga suasana diskusi terasa hidup dan interaktif. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai karya ilmiah, kode etik penulisan, serta keterampilan praktis dalam menyusun makalah yang sesuai dengan standar akademik.


Acara dimulai dengan pembukaan melalui tawassul Fatihah yang berlangsung khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol penghormatan terhadap bangsa dan negara. Setelah itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAICI, Ibu Siti Zafilah Firdausiah, M.H., memberikan sambutan. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa kegiatan Bincang Literasi merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menulis, tetapi juga harus mampu menjaga integritas akademik dengan mematuhi kode etik penulisan. Hal ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia akademik maupun profesional.


Memasuki acara inti, Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sekaligus pemateri, Ahmad Fatoni, M.Ag., menyampaikan materi tentang macam-macam karya ilmiah, mulai dari artikel, makalah, hingga penelitian yang lebih kompleks. Beliau menjelaskan secara sistematis bagaimana langkah-langkah menulis makalah yang baik, mulai dari menentukan topik, menyusun kerangka, hingga mengedit hasil tulisan agar rapi dan sesuai kaidah akademik. Tidak hanya teori, mahasiswa juga diajak langsung untuk mempraktikkan cara mengedit makalah, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman nyata dalam proses penulisan. Sesi ini menjadi momen penting karena mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan praktik secara langsung.


Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan seputar kesulitan yang mereka hadapi dalam menulis karya ilmiah, seperti bagaimana menghindari plagiarisme, cara mencari referensi yang valid, serta teknik menyusun daftar pustaka sesuai aturan. Pemateri memberikan jawaban yang aplikatif dan mudah dipahami, sehingga mahasiswa merasa terbantu dalam mengatasi kendala yang mereka hadapi. Diskusi ini memperlihatkan semangat mahasiswa untuk benar-benar memahami penulisan karya ilmiah sebagai bagian dari perjalanan akademik mereka.


Acara kemudian ditutup dengan pembacaan Surah Al-Asr sebagai pengingat akan pentingnya waktu, ilmu, dan amal kebajikan. Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan kebersamaan. Penyelenggara juga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Akan ada tindak lanjut berupa pembentukan grup WhatsApp khusus mahasiswa peserta, yang akan digunakan sebagai wadah pembimbingan berkelanjutan. Dengan adanya tindak lanjut ini, diharapkan mahasiswa dapat terus berlatih menulis karya ilmiah, mendapatkan bimbingan, serta saling berbagi pengalaman dalam proses penulisan.


Kegiatan Bincang Literasi ini menjadi bukti nyata komitmen STAICI dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penulisan karya ilmiah bukan hanya sekadar tugas kuliah, tetapi juga merupakan sarana untuk melatih berpikir kritis, sistematis, dan bertanggung jawab. Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. STAICI menegaskan bahwa literasi akademik adalah fondasi penting dalam mencetak generasi santri intelektual yang siap berkontribusi bagi bangsa dan agama.