Jalan Raya no. 25 Paowan Panarukan Situbondo 68351
let's talk
Gelorakan Semangat Santri, STAICI Berpartisipasi dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2025

Panarukan – Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani (STAICI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan dengan berpartisipasi aktif dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025, di halaman SMK Nurul Huda Paowan, Panarukan, Situbondo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan civitas kependidikan dari berbagai lembaga di bawah naungan Yayasan Cendekia Insani, menciptakan suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Peringatan Hari Santri tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi ruang reflektif untuk menegaskan kembali peran santri sebagai penjaga moral bangsa, pelaku perubahan sosial, dan agen pembangunan yang berakar pada nilai-nilai spiritual dan kebangsaan.


Dalam sejarahnya, Hari Santri diperingati untuk mengenang peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh para ulama pada 22 Oktober 1945, sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah dan pembelaan terhadap kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan yang diwariskan oleh para ulama dan santri tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga integritas, semangat juang, dan kecintaan terhadap tanah air. STAICI memaknai momentum ini sebagai pengingat bahwa pendidikan tinggi Islam tidak hanya bertugas mencetak akademisi, tetapi juga membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan akhlak dan ilmu.


Dalam amanatnya, Gus Muslihul Amin, M.Kom selaku Ketua Biro Pendidikan Yayasan Cendekia Insani, menyampaikan pesan-pesan mendalam kepada para peserta upacara. Beliau menekankan bahwa santri harus senantiasa menjaga marwah pesantren dan para kiai, mengedepankan etika dan ilmu dalam setiap tindakan, serta menjadi pelopor pelaksana kebaikan di tengah masyarakat. Pesan beliau tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menjadi panggilan konkret bagi seluruh santri untuk mengambil peran aktif dalam membangun lingkungan yang beradab dan berilmu. Sebelum menutup amanatnya, beliau menyampaikan satu pesan yang menggugah hati: “Ingatlah wahai santri, selama kita mengedepankan akhlak dan ilmu, selama kita mencintai ulama dan mencintai negara ini, insyaallah selama itu pula Allah SWT memberkati Indonesia yang kita cintai ini.”


Partisipasi STAICI dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kolaboratif antar lembaga pendidikan di bawah Yayasan Cendekia Insani, sekaligus memperkuat identitas kampus sebagai pusat pengembangan ilmu dan nilai-nilai keislaman yang relevan dengan tantangan zaman. Upacara Hari Santri bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang menghubungkan sejarah perjuangan dengan visi masa depan. STAICI berkomitmen untuk terus menanamkan semangat kebangsaan dan keilmuan dalam setiap aktivitas akademik dan kemasyarakatan, menjadikan santri sebagai pilar utama dalam membangun Indonesia yang berkemajuan dan berakhlak mulia.